Kondisi Ekonomi Digital Indonesia di Era Milenial

ekonomi digital indonesia

Ekonomi digital Indonesia  saat ini terus mengalami kemajuan bahkan di tahun 2020 diprediksi akan menjadi  ekosistem ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Bisa dilihat dari ramainya penduduk Indonesia yang berbelanja online.

Maraknya Penduduk Indonesia Berbelanja Online

Penduduk yang berbelanja online dua tahun yang lalu mencapai 7,4 juta jiwa dengan jumlah transaksinya Rp 48 triliun. Namun tahun lalu angka ini terus meningkat sehingga menjadi Rp 11 juta dengan jumlah transaksi total Rp 68 triliun. Selanjutnya tahun 2019, dimana transaksi total sampai dengan Rp 95,  48 triliun.

Praktik e-commerce berlangsung dengan baik dan meningkat cepat baik dibidang iklan jual-beli ataupun mall online. Sehingga tahun ini diprediksi nilai transaksinya sebesar 3,1 persen dibandingkan pasar retail.

Bahkan transaksi menggunakan sistem fintech pun sampai Rp 252 triliun, ini didapatkan dari sebagian besar orang melakukan pembayaran digital. Berbeda dengan e-travel tahun ini menyumbang sebesar Rp 105,789 triliun.  Bahkan  pertumbuhan ekonomi digital Indonesia  yang terus meningkat ini membuat empat bisnis startup memperoleh status unicorn.

Yaitu perusahaan dengan nilai valuasi lebih tinggi dari US$ 1 miliar. Bukalapak memperoleh status sebagai e-commerce terakhir yang menyandang gelar tersebut sebab nilai valuasi sudah mencapai 1 miliar dolar.

Investiasi Digital 2017, Kuartal 1

Ekonomi digital indonesia
Ekonomi digital indonesia

Di sini dilihat investasi digital daripada sektor yang lain pada tahun 2017. Sektor yang memegang peranan paling kecil yaitu bidang penjualan baju, berbagai mesin hingga barang elektronik sebesar Rp 33 triliun. Selanjutnya lebih tinggi sebesar Rp 36 triliun pada sektor air, gas dan kelistrikan.

Kemudian meningkat pada sektor makanan dan minuman sampai Rp 37 triliun. Bisnis startup sebesar Rp 40 triliun dan di bidang pertambangan sebesar Rp 44 triliun.  Memegang peranan paling tinggi  dan besar bidang minyak dan gas bumi sebesar Rp 65 triliun.

Baca Juga: Sablon Plastik Kemasan Murah Pesan Secara Online?

Nilai investasi di berbagai rintisan perusahaan yang berbasis digital mencapai angka Rp 40 triliun tahun ini pada semester pertama. Tentunya angka ini lebih tinggi daripada  angka yang dimiliki sektor makanan dan minuman.

Investasi Besar Tahun 2017

Perusahaan rintisan 2017 sudah kelebihan modal dan ini akan berlanjut hingga tahun depan. Berikutnya tahun 2018 pemenangnya diperoleh oleh fintech serta industry kesehatan. Apalagi sebanyak 64 persen dari investor lebih menyukai menanam modalnya di fintech. Sebesar 29 persen untuk bidang kesehatan, sisanya ke sektor yang lain. Sedangkan sebanyak 70 persen para investor global lebih suka menanam modal di bagian fintech, 20 persen di bidang kesehatan dan sisanya ke sektor yang lain.

Bagaimana Investasi Ekonomi Digital Setelah 2020?

Nilai transaksi digital mulai tahun 2017 hingga tahun 2019 masih berjalan baik. Hanya saja bidang yang  memegang peranan penting ialah bidang finansial teknologi. Masyarakat memilih ini tentunya karena kelebihan dan keuntungan yang didapatkan.

Namun  jika dilihat di sektor pendidikan jika para pebisnis startup berpindah jalur ke sektor pendidikan, perkiraan akan meraih kesuksesan. Pasalnya sebanyak 20 persen setiap tahunnya digunakan oleh pemerintah untuk bidang pendidikan.

Contohnya ruang guru sebagai sistem pendidikan yang berbasis digital. Saat pertama muncul  sudah bisa didapatkan  sebanyak 80 ribu pengajar. Namun kini ruang guru semakin digemari  dan terus mengalami perkembangan. Setelah bidang fintech, yang berperan kedua dalam sektor digital ialah e-travel dan terakhir baru e-commerce.

Tetapi beberapa bulan ini, perkembangan e-commerce semakin meningkat tajam. Ini terbukti banyaknya toko online yang menjual berbagai produk dan jasa yang berpengaruh besar bagi ekonomi digital Indonesia. Jadi, diramalkan investasi ekonomi digital setelah 2020 akan semakain berkembang pesat.