Tunisia Melarang Cadar di Lembaga Publik

tunisia-larang-cadar-di-lembaga-lembaga-publik

Perdana Menteri Tunisia Youssef Chahed sudah melarang pemakaian cadar di lembaga-lembaga publik sebagai alasan keamanan.

“Chahed menandatangani dekrit pemerintah terkait melarang siapapun dengan wajah yang dirahasiakan dari akses ke markas publik, administrasi, lembaga sebagai alasan keamanan,” ujarnya melalui sumber resmi kepada kantor berita Reuters.

Keputusan tersebut, yang dilaporkan pada media pemerintah, muncul di saat keamanan meningkat di negara itu dengan menyusulnya pemboman bunuh diri ganda di ibukota, Tunisia, pada 27 Juni yang menewaskan 20 orang dan 7 lainnya luka-luka.

Saksi mata mengatakan salah satu pemboman yaitu dengan mengenakan cadar. Kementerian Dalam Negeri membantah hal ini dan mengatakan pelaku pemboman meledakkan dirinya untuk menghindari penangkapan.

Serangan itu merupakan insiden ketiga dalam sepekan dan terjadi di puncak musim turis saat Tunisia bersiap untuk pemilihan parlemen di musim gugur.

Di tahun 2011, perempuan diizinkan untuk mengenakan jilbab dan niqab di Tunisia setelah adanya larangan selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan presiden sekuler Zine El Abidine Ben Ali dan Habib Bourguiba, yang menolak semua bentuk pakaian Islam.

Pada bulan Februari 2014, menteri dalam negeri menginstruksikan polisi supaya meningkatkan pengawasan pemakaian cadar sebagai bagian dari langkah “anti-terorisme” dalam mencegah penggunaannya sebagai penyamaran.

Beberapa negara Eropa, Afrika dan Asia sudah mengeluarkan larangan penuh atauin sebagian atas pemakaian jilbab dan kekhawatiran terkait keamanan dan perambahan yang dirasakan atas kebebasan pemakainya.

Tunisia sudah memerangi kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di daerah terpencil di dekat perbatasannya dengan Aljazair sejak pemberontakan menggulingkan Ben Ali di tahun 2011.

Tunisia merupakan salah satu dari sedikit negara di Timur Tengah yang mana partai-partai Islam dan sekuler berbagi kekuasaan. Ini dianggap sebagai satu-satunya kisah sukses demokratis dari pemberontakan Musim Semi Arab, namun telah berjuang dengan perlambatan ekonomi dan kerusuhan sosial.